Catatan Malam Hari

Akhir pekan kemarin kembali ke Bekasi untuk ikut Class Training VMware. Karena ingin menambah pengetahuan tentang Virtualisasi yang semakin maju perkembangannya. Kali ini sesuai kesepakatan bahwa akan ikut full sebagai peserta bukan menjadi asisten trainer. Tapi waktu berkata lain karena Laptop yang saya gunakan dipakai untuk simulasi remote akses ke server . Saya pun akhirnya menjadi asisten trainer kembali.

Meskipun awalnya ada masalah teknis dari PLN tetapi alhamdulillah proses training berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Saat hari terakhir setelah selesai menyelesaikan sisa pekerjaan training seperti pembuatan sertifikat dll. Saya bingung mau pulang jam dan naik apa. Bisa saja naik BUS seperti biasa. Tetapi karena ingin berhemat pengeluaran. Saya pun mengambil opsi yang lain yaitu ikut pulang bareng bersama peserta training yang kebetulan berasal dari Bandung.

Setelah OK di ucapkan oleh peserta yang saya mintai tolong. Saya pun tenang bisa pulang dengan santai. Tetapi hal itu tidak sesuai perkiraan dikarenakan waktu selesainya Training agak terlambat dari jadwal. Sampai pukul 6 sore saya masih di Bekasi untuk menjadi Sales untuk menawarkan jasa-jasa yang di sediakan oleh Excellent.

Angan pun muncul bahwa hari ini bisa jadi pulang malam banget sampai di Bandung. Karena selain hujan turun pada saat itu. Jadi pikiran langsung berasumsi macet. Di tambah lagi perjalanan dari Bekasi jam setengah 7 malam.

Bersama peserta training menuju Bandung dapat pelajaran hidup darinya. Dia bercerita saat saya dan rekan sedang mencoba menjual jasa sikapnya terlalu kaku. Di karenakan orang Teknik disuruh menjual jasa ujung-ujungnya bisa jadi calon konsumen malah pergi. Karena sifat orang Teknik yang asalnya ingin memberi saran malah jatuhnya ilegal bukan legal.

malam-hari

Setelah bercerita sana – sini, Baru diketahui bahwa orang yang memberi saran ini adalah seorang Manager. Jadi bisa dibilang lebih berpengalaman dalam hal pekerjaan. Bisa dibilang banyak pelajaran yang bisa diambil dari apa yang dia bicarakan.

Berhenti di Rest Area karawang. Di ajak makan oleh peserta training. Saya pun sempat bingung apakah akan menerima atau tidak. Saya coba menolak dengan beralasan sudah makan dan ingin ke Masjid saja. Alasan yang sederhana sehingga di paksa untuk makan bareng.

Angan pun bertambah bisa tambah malam lagi nih sampainya. Karena, pada saat itu sudah jam 8 malam. Hehehe

Perjalanan di lanjut kembali dengan banyak topik pembicaraan untuk menghilangkan suntuk. Jam 9 malam kami sudah sampai di Bandung. Saya pun meminta diturunkan di Terminal Leuwi Panjang tetapi alhamdulillah dapat pertolongan kembali untuk kantong. Ditawarkan untuk bareng aja sampai Dago karena arah rumah peserta lainnya yang di daerah Cimahi.

Alhamdulillah

berjalan

Menelusuri Bandung di malam hari. Di temani dengan udara Dingin sehabis hujan. Untung saja dapat tumpangan karena saat itu angkot sudah jarang. Pada malas lama-lama karena sehabis hujan jadi penumpang sepi.

Saya turun di Dago bawah jembatan layang Pasupati. Karena angkot sudah langka muncul pada malam itu. Saya pun memutuskan untuk jalan kaki saja ke kostan. Jarang yang lumayan jauh sekitar 1 KM. Di temani udara dingin setapak demi setapak berjalan menyusuri jalan arah pulang.

Waktu saat itu sudah jam 10 malam kondisi sudah sangat sepi. Saya masih berjalan, benar-benar saat itu olahraga malam-malam. Tetapi karena memang sudah di niatkan kaki pun terasa santai untuk melangkah malam itu.

Tetapi ini baru asyik untuk kantong. Karena, Alhamdulillah dari Bekasi – Bandung tidak mengeluarkan uang untuk perjalanan, Setiap ada halangan selalu dapat tumpangan. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *