Ketika Mencoba Hal Yang Baru

Saya pikir hidup ini tidak akan mengesankan untuk di ceritakan ketika berjalan itu-itu saja. Tanpa ada tantangan yang buat kita menjadi lebih berubah. Bisa menjadi lebih baik ataupun buruk untuk kedepannya. Ternyata pikiran itu memang benar adanya bagi saya pribadi. Tidak tau untuk yang lain setuju atau tidak.

Diri ini akan semakin merasa malu jika selalu bilang bahwa kita adalah orang pintar. Dalam arti untuk memberi semangat pada diri sendiri memang baik. Tetapi jika dalam arti berkata pintar untuk kesombongan sebaiknya jangan di lakukan. Karena suatu saat apa yang mulut ini bicarakan entah baik ataupun buruk akan di minta di pertanggung jawaban. Entah di dunia ini atau Akhirat.

Dalam melakukan pekerjaan di PT. Excellent Infotama Kreasindo yang mengharuskan untuk menguasa semua materi dan praktek dalam lingkup pekerjaan. Saya pernah mengalami tantang ketika melakukan hal yang baru.

Pekerjaan yang saya lakukan biasanya hanya sekedar membalas Email & Follow up pekerjaan seperti Pemesanan Modul, Persiapan Training dll. Pas melakukan hal yang baru perasaan saya campur aduk apakah bisa atau tidak untuk melakukan.

Kejadiannya di sebuah Klien Besar di Bandung. Pekerjaan waktu itu sebenarnya hanya mengurus surat dan berkas. Tetapi itu menjadi hal besar karena selama ini saya belum pernah melakukan persiapan dan hal-hal apa saja yang dibutuhkan. Yang saya tahu cuma membutuhkan Materai untuk surat dan berkas. Hehehe

Waktu itu sebenarnya Kakak saya sudah menyerahkan semua dokumen yang di butuhkan. Tetapi karena ada beberapa dokumen yang salah. Sedangkan kakak sudah pulang ke Bekasi. Akhirnya saya yang di suruh mengurus semua berkas dan dokumen. Kebetulan memang saya sementara tinggal di Bandung untuk kuliah.

Kembali lagi ke Klien mengendarai motor. Setelah mengurus hal di Pos Security. Kepikiran juga bagaimana caranya mengurus dokumen. Kepikiran itu makin menjadi ketika ketemu oleh perwakilan klien untuk mengurus dokumen.

Karena ingin menjaga harga diri dan kualitas PT. Excellent Infotama Kreasindo. Saya pun mencoba menghilangkan perasaan takut salah dengan jurus kata “ Maaf yang salah yang mana ya ?”. Hehehe. Kata yang sederhana tetapi memiliki banyak arti. Di antaranya bisa belajar dari dokumen-dokumen sebelumnya untuk persiapan diri.

Setelah di jelaskan dimana letak kesalahannya. Ternyata simple saja bahwa ada beberapa kata yang perlu di tambahkan dan kurang 1 surat yaitu Surat Jalan. Untuk kata yang perlu di tambahkan sebenarnya mudah saya tetapi untuk pembuatan surat jalan hemb. Bagaimana caranya buat surat jalan. Liat bentuknya aja belum. Maklum anak Teknik gak utak-atik berkas dan dokumen. Hehehe. Alasan yang simple untuk diri sendiri.
Saya koordinasi dengan Team Excellent melalui by Email. Dengan menumpang koneksi di klien. Pekerjaan di lakukan by email bersama Team Excellent bahwa untuk Surat Jalan agak bingung juga. Sambil menunggu balasan. Lakukan pekerjaan yang pertama.

Perbaikan di bantu dengan perwakilan dari pihak klien. Agar yakin bahwa sudah memang benar dengan standar klien. Sebetulnya sambil belajar juga bagiamana melakukan pekerjaan accounting. Hehehe.

 

Perbaikan sudah dilakukan semuanya. Yang jadi masalah ternyata mesti di print. Tidak kepikiran bahwa mesti ngeprint. Saya bilang bahwa jika print di luar mungkin butuh waktu lagi. Karena ternyata tempat print di Bandung hanya berpusat di satu tempat yaitu tempat yang banyak kampusnya seperti Dipati Ukur dll. Bisa jadi bisnis baru. Hehehe

Dia nawarin untuk print di meja dia. Saya tanya ke Team Excellent bahwa Ok gpp. Saya bilang ke dia bahwa OK tetapi ada pesan tambahan jangan sampai ketahuan yang lain. Beres

Ada hal yang kurang ternyata dia gak punya software untuk buka file berekstensi .odt. Saya pun mesti siapin lagi file dengan menconvert dulu ke PDF. Noted.

Tetapi ada hal yang lupa. Yaitu Tanda Tangan untuk surat. Karena gak mungkin mesti di tunda. Saya pun latihan Tanda Tangan sampai 20 kali. Supaya yakin sudah benar selak beluk tanda tangannya. Saya benar-benar di ajari bagaimana standar pengurusan dokumen. Mungkin karena 1 Almamater cuma beda jurusan. Jadi seperti ospek pengarahan untuk junior oleh senior.

Setelah beres dokumen yang pertama lanjut ke yang terakhir. Saya lupa entah siapa yang buat draft contoh Surat Jalannya. Apa dari Klien atau Team Excellent. Tapi yang pasti ketika sudah jadi yang saya lakukan adalah menanyakan sudah benar atau belum. Jika belum benar dengan standardnya tinggal di edit dan di print lagi.

Setelah selesai semuanya ada perasaan lega karena sudah ok semuanya. Hal positif yang bisa di ambil adalah jangan pernah milih – milih untuk belajar. Karena siapa tahu apa yang kita pelajari untuk saat ini memang tidak berarti tetapi di masa depan mungkin akan berarti. Satu lagi jangan malu untuk bertanya tetapi bertanyalah dengan mengarahkan kata yang lain. Jangan sampai jadi malu-maluin entah untuk diri sendiri ataupun instasi lain yang kita bawa. Berpikirlah kedepan apa yang akan kita lakukan dan tuju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *