Perjalanan Pangkal Pinang : Cerita Pangkal Pinang I

Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta. Perjalanan yang di mulai dari setengah sampai di Bandara Soekarno Hatta jam 6 kurang. Estimasi yang wajar jika kita take off dari Bandara jam 06.45 karena kemungkinan besar macet yang akan melanda jakarta pada pagi hari.

Di dalam Bus Damri yang menuju Bandara saya hanya tidur saja. Karena kurang tidur yang melanda dan hawanya yang membuat ngantuk cukup bagi saya untuk beristirahat sebentar. Kekhawatiran macet tidak terjadi pada perjalanan kali ini. Jadi estimasi bisa di bilang kepagian. Kalau bepergian via pesawat lebih baik kepagian dan menunggu daripada telat ketinggalan.

 

Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta saya turun di terminal bandara. Yang isi terminalnya vendor pesawat yang akan di naiki oleh kami bersama adalah Sriwijaya Air. Yang sempat booming ada kasus pemukulan pramugari Sriwijaya Air oleh pejabat pemerintahan. Saya gak mau membahas masalah itu karena mungkin tidak tepat waktu. Mending bahas catatan perjalanan saja di bandingkan dengan kasus yang mencoreng pejabat-pejabat di negeri ini.

Jam 6 kurang saya sudah di Bandara. Bertemu dengan protocol klien dan semua persiapan protocol yang lakukan seperti Check Ini dll. Jadi bisa di bilang tinggal berangkat saja. Sempatkan Shalat terlebih dulu sebelum berangkat ke Pangkal Pinang. Karena masih ada waktu untuk bersantai-santai. Pas lihat karcis, Boarding gatenya ternyata jam 07.20. Bisa di ambil kesimpulan bahwa perjalanan sebenarnya bukan jam 06.45. Menunggu lama lagi seperti ketika menunggu di Bandara Ahmad Yani Semarang yang juga menunggu sampe loket buka bisa di hitung waktu itu saya menunggu sampe 2 jam di Bandara.

Setelah lama menunggu akhirnya saya masuk juga ke dalam pesawat Sriwijaya Air yang akan membawa saya ke Pangkal Pinang. Di dalam pesawat sempat membuat lelucon seputar kasus pemukulan Pramugari. ” Maaf pak Handphonenya di matikan ?”. ” Saya ini gak punya Handphone kamu hina saya ya “. Lelucon singkat aja 😀

Perjalanan dari Jakarta ke Pangkal Pinang atau Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Depati Amir membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Membuat saya tidak bosan dan pegal karena tempat duduknya yang bisa di bilang lebih luas ketika pertama kali saya naik pesawat.

Terlihat di atas bahwa sudah sampe di pulau Bangka Belitung. Di tandai dengan adanya lubang-lubang bekas penggalian Timah. Tetapi saya tetap kagum karena di lihat dari atas Pangkal Pinang banyak pohon-pohon besar seperti berasa di Hutan.

Sesampainya di Bandara Depati Amir yang pas landingnya kurang bagus karena aspal Bandara Depati Amir bergelombang membuat roda sempat tidak mendarat dengan baik.

Kesan saya pas ketika menginjakkan kaki di Pangkal Pinang adalah sepi. Bandara yang kurang begitu ramai sampai kendaraan yang masih sedikit membuat perasaan saya tenang tidak seperti di kota besar yang padat dengan asap kendaraan.

Bertemu kembali dengan protocol klien. Menuju kantor yang melewati Pusat Kota Pangkal Pinang. Betul saja pusat kotanya ternyata sepi banget jarang lalu lalang kendaraan dan angkot. Pas ditanya sama supir kantor klien ternyata angkot dan ojek di pangkal pinang itu jarang bisa 2 sampe 3 jam baru ada angkot lagi.

33576897

Setelah menaruh barang di hotel. Saya langsung menuju ke Kantor Klien yang merupakan perusahaan terbesar di Bangka Belitung. Setelah sempat melihat ke kanan dan kiri. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari Kantor ini.

Masuk ke dalam kantor bertemu dengan perwakilan dari kantor klien. Mengecek pekerjaan yang akan di jalani. Untuk tahapan awal ini saya yang mengerjakan karena melakukan instalasi server berbasis Virtualization Technology. Setelah semuanya selesai di konfigurasi. Lalu lakukan instalasi by remote dari komputer lain. Sehingga tidak mesti berlama-lama di ruangan dingin. Bisa-bisa masuk angin. 🙂

Lalu setelah itu instalasi Mail Server kantor klien. Karena pekerjaan kali ini adalah untuk upgrade mail server ke versi yang lebih terbaru. Sampai tahapan ini sudah selesai semua. Sambil menunggu backup data yang masih dalam proses.

Di selingi menonton Indonesia Open 2013 yang seru setiap tahun. Tak berasa hari pertama di Pangkal Pinang cepat banget malam. Saya pun mesti balik ke hotel untuk beristirahat kembali. Kesan pertama pun muncul lagi. Karena siang aja sepi apalagi malam. Hemb Sepi euy ( Sampai ketemu di cerita selanjutnya yang isinya ada pengalaman pertama makan di atas kapal di pinggir pantai). Hhehehehe

 

One thought on “Perjalanan Pangkal Pinang : Cerita Pangkal Pinang I

  1. NapiÅ¡ite komentar Uporaba HTML Kode: <a> <abbr> <acronym> <b> <blockquote> <cite> <code> <del> <em> <i> <q> <strike> <strong> var RecaptchaOptions = { theme : ‘red’, lang : ‘en’ , tabindex : 5 };   #submit {display:none;}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *