Di Jendela Bus Waktu Itu

pengarit

Ketika saya pulang ke kampung halaman Bekasi untuk yang ke beberapa kalinya karena ada suatu pekerjaan. Entah pekerjaan apa waktu itu karena saya sendiri sudah lupa. Ya betul sayang sekali kenapa saya bisa lupa karena mungkin jika saya ingat bisa menambah cerita yang sedang saya tulis ini.

Perjalanan pulang ke Bekasi tidak seperti biasanya. Karena waktu itu saya mendapatkan atau melihat sebuah perjuangan yang cukup besar dari seseorang manusia. Perjalanan yang di iringi dengan hujan lebat dan petir yang cukup menggelegar itu saya menemukan arti dari sebuah perjuangan hidup. Nyata saya lihat sendiri.

Tampak sekilas dari jendela bus. Saya melihat seorang bapak-bapak gembala membawa hasil aritan rumput untuk hewan peliharaannya. Saya cukup salut dengan kegigihan bapak itu karena demi hewan peliharaanya dia tidak berhenti untuk berteduh. Tetap berjalan menerjang hujan lebat dan petir yang menggelegar.

Melihat bapak tersebut saya kepikiran menulis beberapa kata atau tulisan di Diari Mini HP. Begini tulisannya

 

” Janganlah kamu mengeluh akan hidup ini. Karena belum tentu bisa orang lain bisa menjalani hidup sepertimu, Sungguh besar pengorbanan yang ia lakukan.

Inspirasi by Seorang pengarit di samping jalan tol Purbaleunyi yang mengangkut hasil aritan rumputnya menerjang hujan lebat di temani petir yang menggelegar. Hidup ini penuh perjuangan dan pengorbanan”

 Kesimpulan yang saya buat adalah jangan merasa mengeluh dengan kehidupan yang sedang anda jalani. Karena mungkin saja di luar sana masih ada kehidupan  yang lebih susah daripada yang anda jalani sekarang. Bisa saja sekarang anda sedang bersenang-senang dengan riang tetapi bisa juga di luar sana orang sedang susah untuk mencari kehidupan yang lebih baik di keesokan harinya.

Insya Allah saya menjadi orang yang lebih baik di kedepannya. Bukan menjadi seseorang yang tidak melihat kanan dan kiri di sekitarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *