Bhinneka Tunggal Ika : Kelas IF5 Unikom Lanjutan

 

Saya masuk kembali, kali ini jadwal kuliahnya adalah Kalkulus di ruangan 5304. kali ini Saya tidak nyasar. Alhamdulillah ya sesuatu banget begitu !

Karena apa ?, pasti karena Saya sudah tau tempatnya juga Hehehe. Sesaat itu, Saya menunggu kira-kira 10 menit karna ada anak IF lain yang sudah masuk jadwal kuliah Kalkulus. Saat gilirannya kelas Saya, Saya sudah pasti masuk ke dalam ruangan.

Bagusnya pas saat pelajaran kalkulus ini ada dosennya, karna jadwal kuliah yang lain yang saya masuki belum pernah ada dosennya entah alasannya apa, yang pasti tidak masuk. Guru kuliah Kalkulus ini yang bernama Bu Kania. Dia memperkenalkan dirinya, saat dia memperkenalkan diri, dari perilakunya Saya bisa menebak dia orangnya santai dan keep woles gimana gitu.

Pembelajaran kalkulus saat itu yang di berikan oleh bu Kania adalah ulangan dari sekolah saat SMK/SMA yaitu : Bilangan real itu apa saja ?, entah artinya atau bagian – bagiannya. Dia memberitahu bagian Bilangan real yaitu Bilangan Prima, bilangan cacah, bilangan asli dll.

Saat pembelajaran dan sesi tanya jawab, ada seorang teman saya yang membuat Dosen bingung dengan pertanyaannya, yang menurut saya, juga bingung dan salah alamat memikirkannya.

Jadi gini saat tanya jawab tentang pembahasan Bilangan desimal merubah menjadi bilangan pecahan dengan deskripsi yang logis. Dosen bertanya dengan dia, Teman saya yang bertanya ini namanya si Safiq yang keturunan Turki itu. Dosen bertanya : “ Siapa yang bisa mendeskripsikan pertanyaan ini ?”. dia pun menjawab dengan perkataannya yang bingung “ bisa gak bu jadwal kuliah hari Sabtu pindah ke hari lain”. Sontak aja dosen bingung dan menjawab “Maksudnya apa?” ora ngerti euy. Yang gimana gak ngerti nanyanya apa eh jawabnya kemana. Hadeuh hadeuh

Panjang lebar dialog antara dia dan dosen. Berdebat tiada akhir karna Dosennya sudah bingung dan si Safiq udah pusing mau bilang apa lagi. Bu Kania inisiatif mengakhirinya dengan jawaban “Sudahlah lupakan aja. Kamu bicaranya aneh jadi saya tidak mengerti”.

Nah satu sifat lagi yang tahu dari teman saya ini adalah si Safiq kalau bicara ini aneh dan tidak nyambung, sebenarnya kadang nyambung kadang juga enggak Hehhee…

Tak terasa waktu hampir selesai. Selesai pelajaran kalkulus saat itu adalah jam 18.15 dan itu pertama kali saya pulang malam saat kuliah

NB : Saat saya menulis ini saya sedang nonton Topeng Betawi dan melihat pengobatan tradisional sakit gigi untuk menarik ulat dari dalam gigi, pasiennya adalah saudara saya.

 

One thought on “Bhinneka Tunggal Ika : Kelas IF5 Unikom Lanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *